-->

UMPRI Kembangkan Kombinasi Daun Ubi Ungu dan Madu Apis cerana untuk Tingkatkan Cadangan Besi Ibu Hamil

Penelitian kolaboratif di Pringsewu menguji pangan fungsional lokal sebagai pendamping tablet tambah darah, dengan ferritin serum sebagai indikator utama cadangan besi.

Editor: IDP  |  Selasa, 22 September 2026


Tim peneliti bersama mitra dan peserta dalam pelaksanaan penelitian peningkatan kadar ferritin ibu hamil di Pringsewu. 
Foto: Dokumentasi Tim Penelitian.

PORTALTANGGAMUS.IDTim peneliti Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) bersama kolaborator dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung melaksanakan penelitian mengenai pemanfaatan kombinasi daun ubi ungu (Ipomoea batatas L.) dan madu Apis cerana untuk membantu meningkatkan cadangan besi pada ibu hamil dengan anemia di Kabupaten Pringsewu.

Penelitian ini berangkat dari masih tingginya masalah anemia defisiensi besi pada kehamilan. Dalam proposal penelitian disebutkan bahwa kadar ferritin di bawah 30 ng/mL menunjukkan kekurangan zat besi. Ferritin dipilih sebagai parameter utama karena menggambarkan cadangan besi tubuh, sedangkan hemoglobin digunakan sebagai salah satu parameter sekunder untuk melihat perubahan status anemia.

Ketua tim peneliti, Sirlii Diana dari UMPRI, menempatkan intervensi pangan lokal tersebut sebagai pendamping tablet tambah darah (TTD), bukan sebagai pengganti terapi standar. Kedua kelompok penelitian tetap memperoleh asuhan kehamilan, edukasi Buku KIA, dan TTD sesuai program pelayanan.

Dalam rancangan penelitian, kelompok intervensi memperoleh tambahan daun ubi ungu setara 100 gram bahan segar yang diolah secara terstandar serta madu Apis cerana sebanyak 15 ml per hari. Intervensi diberikan selama delapan minggu atau 56 hari. Konsumsi juga diatur agar tidak bersamaan dengan teh, kopi, susu atau kalsium, antasida, dan makanan tinggi fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Sediaan intervensi berbasis madu Apis cerana yang digunakan dalam kegiatan penelitian.


Daun ubi ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai salah satu pangan lokal
yang dikaji dalam intervensi.





Daun ubi ungu dipilih karena mengandung sejumlah mikronutrien dan senyawa bioaktif, termasuk zat besi, folat, vitamin C, antosianin, dan senyawa fenolik. Sementara itu, madu Apis cerana mengandung gula sederhana, asam organik, enzim, polifenol, dan flavonoid. Kombinasi keduanya diharapkan dapat mendukung penerimaan konsumsi serta lingkungan gastrointestinal yang lebih mendukung absorpsi besi.

Rancangan penelitian menggunakan quasi experimental pretest-posttest control group dengan kelompok intervensi dan kontrol. Responden yang direncanakan adalah ibu hamil trimester II atau III dengan Hb 8,0–10,9 g/dL dan ferritin serum kurang dari 30 ng/mL yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dalam proposal, kebutuhan sampel ditetapkan 45 orang pada setiap kelompok.

Pelaksanaan lapangan mencakup skrining responden, pemberian informed consent, pengambilan darah sebelum intervensi, edukasi, distribusi bahan intervensi, pemantauan kepatuhan, serta pengambilan darah kembali setelah masa intervensi. Pemeriksaan ferritin direncanakan menggunakan metode ELISA, sementara kadar hemoglobin diperiksa sesuai prosedur laboratorium yang tersedia.

Pengambilan sampel darah sebagai bagian dari pemeriksaan parameter penelitian.


Peserta mengikuti kegiatan edukasi dan pendampingan selama pelaksanaan penelitian.

Tim penelitian terdiri atas Sirlii Diana sebagai ketua dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Retno Sulistiyowati dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Apri Sulistianingsih dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu, serta Dewi Ayu Ningsih dari STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung. Pembagian tugas mencakup koordinasi penelitian, analisis data laboratorium, pengurusan etik dan logistik, skrining responden, distribusi intervensi, hingga monitoring kepatuhan.

Selain melihat perubahan ferritin dan hemoglobin, penelitian juga mengendalikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil, seperti asupan zat besi dan vitamin C, konsumsi kalsium, teh atau kopi, usia kehamilan, paritas, kepatuhan TTD, serta tanda infeksi atau inflamasi. Pemantauan dilakukan melalui logbook, pengembalian wadah atau sisa sediaan, pengingat melalui WhatsApp, dan kunjungan kader secara berkala.

Penelitian ini diarahkan tidak hanya menghasilkan bukti ilmiah mengenai pemulihan cadangan besi, tetapi juga menjadi dasar pengembangan prototipe pangan fungsional lokal yang terstandar. Luaran yang ditargetkan meliputi publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan pengembangan formulasi berbasis daun ubi ungu dan madu sebagai tahap awal menuju produk yang aman, praktis, dan dapat diterima masyarakat.

Pendampingan dan edukasi kepada peserta penelitian sebagai bagian
 dari pemantauan intervensi.




Tim dan peserta menunjukkan paket intervensi dalam dokumentasi
 kegiatan lapangan.

 Melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pendekatan pencegahan dan penanganan anemia ibu hamil yang tetap sejalan dengan program TTD. Hasilnya juga diharapkan menjadi fondasi penelitian lanjutan menuju uji stabilitas, keamanan pangan, penerimaan produk, dan implementasi terbatas di layanan kebidanan komunitas.

Dokumentasi peserta dan tim pada kegiatan penelitian di Posyandu Kutilang 2, Pekon Rejosari.
Foto: Dokumentasi Tim Penelitian.

#UMPRI  #Penelitian  #IbuHamil  #Anemia  #Ferritin  #DaunUbiUngu  #ApisCerana

Catatan redaksi: Naskah ini disusun dari isi proposal penelitian dan dokumentasi lapangan yang diberikan. Bagian “Editor” dapat diisi oleh redaksi media saat publikasi.

0 Response to "UMPRI Kembangkan Kombinasi Daun Ubi Ungu dan Madu Apis cerana untuk Tingkatkan Cadangan Besi Ibu Hamil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel