UMPRI Kembangkan Kombinasi Daun Ubi Ungu dan Madu Apis cerana untuk Tingkatkan Cadangan Besi Ibu Hamil
Penelitian kolaboratif di Pringsewu menguji pangan fungsional lokal sebagai pendamping tablet tambah darah, dengan ferritin serum sebagai indikator utama cadangan besi.
PORTALTANGGAMUS.ID — Tim peneliti
Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) bersama kolaborator dari Universitas
Muhammadiyah Purwokerto dan STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung melaksanakan
penelitian mengenai pemanfaatan kombinasi daun ubi ungu (Ipomoea batatas L.)
dan madu Apis cerana untuk membantu meningkatkan cadangan besi pada ibu hamil
dengan anemia di Kabupaten Pringsewu.
Penelitian ini berangkat dari masih tingginya masalah
anemia defisiensi besi pada kehamilan. Dalam proposal penelitian disebutkan
bahwa kadar ferritin di bawah 30 ng/mL menunjukkan kekurangan zat besi.
Ferritin dipilih sebagai parameter utama karena menggambarkan cadangan besi
tubuh, sedangkan hemoglobin digunakan sebagai salah satu parameter sekunder
untuk melihat perubahan status anemia.
Ketua tim peneliti, Sirlii Diana dari UMPRI, menempatkan
intervensi pangan lokal tersebut sebagai pendamping tablet tambah darah (TTD),
bukan sebagai pengganti terapi standar. Kedua kelompok penelitian tetap
memperoleh asuhan kehamilan, edukasi Buku KIA, dan TTD sesuai program
pelayanan.
Dalam rancangan penelitian, kelompok intervensi memperoleh
tambahan daun ubi ungu setara 100 gram bahan segar yang diolah secara
terstandar serta madu Apis cerana sebanyak 15 ml per hari. Intervensi diberikan
selama delapan minggu atau 56 hari. Konsumsi juga diatur agar tidak bersamaan
dengan teh, kopi, susu atau kalsium, antasida, dan makanan tinggi fitat yang
dapat menghambat penyerapan zat besi.
|
|
|
|
|
|
Daun ubi ungu dipilih karena mengandung sejumlah mikronutrien dan senyawa bioaktif, termasuk zat besi, folat, vitamin C, antosianin, dan senyawa fenolik. Sementara itu, madu Apis cerana mengandung gula sederhana, asam organik, enzim, polifenol, dan flavonoid. Kombinasi keduanya diharapkan dapat mendukung penerimaan konsumsi serta lingkungan gastrointestinal yang lebih mendukung absorpsi besi.
Rancangan penelitian menggunakan quasi experimental
pretest-posttest control group dengan kelompok intervensi dan kontrol.
Responden yang direncanakan adalah ibu hamil trimester II atau III dengan Hb
8,0–10,9 g/dL dan ferritin serum kurang dari 30 ng/mL yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Dalam proposal, kebutuhan sampel ditetapkan 45 orang pada
setiap kelompok.
Pelaksanaan lapangan mencakup skrining responden,
pemberian informed consent, pengambilan darah sebelum intervensi, edukasi, distribusi
bahan intervensi, pemantauan kepatuhan, serta pengambilan darah kembali setelah
masa intervensi. Pemeriksaan ferritin direncanakan menggunakan metode ELISA,
sementara kadar hemoglobin diperiksa sesuai prosedur laboratorium yang
tersedia.
Tim penelitian terdiri atas Sirlii Diana sebagai ketua
dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Retno Sulistiyowati dari Universitas
Muhammadiyah Purwokerto, Apri Sulistianingsih dari Universitas Muhammadiyah
Pringsewu, serta Dewi Ayu Ningsih dari STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung.
Pembagian tugas mencakup koordinasi penelitian, analisis data laboratorium,
pengurusan etik dan logistik, skrining responden, distribusi intervensi, hingga
monitoring kepatuhan.
Selain melihat perubahan ferritin dan hemoglobin,
penelitian juga mengendalikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil,
seperti asupan zat besi dan vitamin C, konsumsi kalsium, teh atau kopi, usia
kehamilan, paritas, kepatuhan TTD, serta tanda infeksi atau inflamasi.
Pemantauan dilakukan melalui logbook, pengembalian wadah atau sisa sediaan,
pengingat melalui WhatsApp, dan kunjungan kader secara berkala.
Penelitian ini diarahkan tidak hanya menghasilkan bukti
ilmiah mengenai pemulihan cadangan besi, tetapi juga menjadi dasar pengembangan
prototipe pangan fungsional lokal yang terstandar. Luaran yang ditargetkan
meliputi publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan pengembangan
formulasi berbasis daun ubi ungu dan madu sebagai tahap awal menuju produk yang
aman, praktis, dan dapat diterima masyarakat.
Dokumentasi peserta dan tim pada kegiatan penelitian di Posyandu Kutilang 2, Pekon Rejosari. #UMPRI
#Penelitian #IbuHamil #Anemia
#Ferritin #DaunUbiUngu #ApisCerana
Catatan
redaksi: Naskah ini disusun dari isi proposal penelitian dan dokumentasi lapangan
yang diberikan. Bagian “Editor” dapat diisi oleh redaksi media saat publikasi.







0 Response to "UMPRI Kembangkan Kombinasi Daun Ubi Ungu dan Madu Apis cerana untuk Tingkatkan Cadangan Besi Ibu Hamil"
Posting Komentar